MatbNqx9NqtcNGxbNWx9Mqt7LDcsynIkynwbzD1c

Tempat-Tempat Wisata Bersejarah Di Manado WAJIB DI KUNJUNGI!!

Tempat-Tempat Wisata Bersejarah Di Manado – 1. Goa Jepang 2. Makam Kanjeng Ra…

99% CUSTOMER PUAS! HARGA BISA DITAWAR
BLANTERLANDINGv101
7822742811720746869

Tempat-Tempat Wisata Bersejarah Di Manado WAJIB DI KUNJUNGI!!

 Tempat-Tempat Wisata Bersejarah Di Manado – Halo semuanya apa kabar ? Semoga semua dalam keadaan yang baik ya. Jika kita berbicara tentang destinasi wisata yang ada di Manado pastinya kita akan langsung tertuju kepada salah satu tempat wisata terkenal di Manado yaitu, Bunaken.

Namun, destinasi menarik di Manado tidak hanya Bunaken saja loh, ada juga loh beberapa tempat-tempat wisata di Manado yang menarik dan juga bersejarah. Nah, penasaran apa saja Tempat-Tempat Wisata Bersejarah Di Manado  ? Dari pada penasaran langsung aja yuk kita simak selengkapnya Tempat-Tempat Wisata Bersejarah Di Manado.

 1. Goa Jepang

Goa Jepang tersebar dibeberapa wilayah Kota Manado, yakni Kelurahan Singkil Satu, Tanjung Batu, Titiwungen Selatan, Pakowa, Tikala Ares, dan Kairagi. Salah satu Goa Jepang yang masih terpelihara yakni yang terdapat di Jalan Lorong Bukit Kelurahan Tikala Ares Kecamatan Tikala. 

Goa Jepang

Goa ini memiliki 2 pintu masuk dan menyerupai terowongan dan berdinding beton.  Lebar terowongan tersebut ± 2 Meter dan panjang ± 10 Meter.

Didalam goa Jepang ini terdapat sebuah kamar berukuran kecil dan sebuah meja yang terbuat dari batu. Terdapat pintu penghubung menuju terowongan yang ada disebelah. Jadi, apabila kita masuk melalui pintu yang berada disebelah kiri akan keluar pada pintu sebelah kanan dan begitu sebaliknya.

 Terowongan ini memiliki jalan tembus yang menghubungkan dengan jalan raya disebelah kanan goa. Jalan yang akan dilalui menuju goa tersebut agak berbukit dan diatas goa tersebut terdapat perumahan penduduk.

2. Makam Kanjeng Ratu Sekar Kedaton

Berada di kawasan pemakaman umat muslim di belakang gedung persekolahan Eben Haezar. Makam Kanjeng Ratu Sekar Kedaton di buat seperti rumah yang dikelilingi makam keluarga serta putranya tepat di pintu masuk. Posisinya yang strategis terletak di tengah-tengah kompleks pekuburan sehingga terlihat lebih agung dan terkesan sangat dihormati.

Makam Kanjeng Ratu Sekar Kedaton

Disekitar pekuburan terdapat pepohonan yang rindang sehingga terasa sejuk dan tenang. Kanjeng Ratu Sekar Kedaton adalah Permaisuri Sri Sultan Hamengku Buwono V yang meninggal dan dimakamkan di Manado. 

3. Monumen Perang Dunia II

Pada tahun 1675, Ds Mantanus, seorang pendeta dari Belanda untuk pertama kali mengunjungi Manado dan melaporkan bahwa Manado sudah ada golongan orang kristen. Selanjutnya pada pemerintahan VOC tahun 1677 ditempatkan seorang Pendeta Belanda di Manado yang bernama Pendeta Zacharias Coners. Sebelum nama Gereja Sentrum Manado dikenal dengan nama Gereja Besar Manado.

Monumen Perang Dunia II

Pada masa penjajahan Jepang Gereja Besar Manado pernah menjadi Markas/Pusat MSKK (Manado Syuu Kiri Sutoktop Kyookai) yang dipimpin oleh pendeta Jepang Hamasaki.

Namun, Gedung Gereja Besar Manado yang begitu sarat akan nilai historis religius ini hancur di bom pada perang dunia II atau agresi militer. Sebagai tanda atau prasasti maka didirikan monumen yang berada disebelah kiri gereja yang sudah hancur tersebut. Monumen perang dunia II ini sampai sekarang masih kokoh berdiri.

4. Minahasa Raad (Gedung Dewan Minahasa)

Terletak di Jl. Sam Ratulangi, Kel. Wenang Utara, Kec. Wenang, Kota Manado., Kota Manado, Sulawesi Utara. Bangunan lama milik Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara yang terletak di Jalan Sam Ratulangi depan Gedung Bank Sulut, dahulunya adalah Gedung Dewan Minahasa (Minahasa Raad) pada jaman pendudukan Belanda di Manado atau Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah sekarang.

Minahasa Raad (Gedung Dewan Minahasa)


5. Oude Kerk

Gereja Sentrum milik umat GMIM ini dahulunya adalah Oude Kerk (Gereja Tua) Bangsa Belanda yang ketika itu menduduki Indonesia. Pada masa penjajahan Jepang menjadi Markas/Pusat MSKK (Manado Syuu Kiri Sutoktop Kyookai) yang dipimpin oleh pendeta Jepang Hamasaki. Gereja ini terletak di Kelurahan Lawangirung, Kecamatan Wenang, Provinsi Sulawesi Utara. 

Oude Kerk

Menurut sejarah, gereja ini berdiri sejak tahun 1677. Gereja ini merupakan bangunan peninggalan masa kolonial Belanda ini merupakan gereja tertua di Manado

6. Klenteng Ban Hin Kiong

Tempat ini merupakan pusat bagi umat Budha untuk beribadah. Bila sedang berada di Manado pada saat dua minggu setelah bulan kamariah, maka kita akan menyaksikan Parade Tradisional Cina yang menampilkan berbagai macam atraksi keagamaan umat Budha. 

Klenteng Ban Hin Kiong

Pada setiap tahun sejak awal abad XIX di Klenteng Ban Hin Kiong diadakan upacara adat oleh penganut aliran Kong Hu Chu yang disebut Toa Pe Kong atau Cap Go Meh.

Dalam upacara ini dimeriahkan dengan atraksi yang dinamai Ince Pia, yakni seseorang yang memotong-motong badan dan mengiris lidahnya dengan sebilah pedang tajam serta menusuk pipinya dengan jarum besar yang tajam akan tetapi tidak terluka sedikitpun. 

Dalam Upacara ini juga ditampilkan atraksi kuda Locia dan pikulan-pikulan serta Mobil hias yang diiringi kelompok musik bambu. Upacara ini diikuti oleh seluruh penganut Kong Hu Chu yang ada di Kota Manado dan sekitarnya.

7. Patung Toar Lumimuut

Yang selanjutnya ada Patung Toar Lumimuut. Patung Toar Lumintuut berlokasi di kelurahan Komo Luar Kecamatan Wenang, sekitar 1,5 km dari pusat kota Manado atau 10 menit waktu perjalanan yang dapat ditempuh dengan angkutan darat. Patung Toar Lumntuut ini berdiri gagah menyapa warga Kota Manado seakan mengingatkan kita pada legenda Minahasa ini.

Patung Toar Lumimuut

Patung ini mengingatkan pada sejarah orang Minahasa, yakni seorang putri bernama Karema mengucapkan doa didepan sebuah batu karang. Tiba-tiba batu karang itu terbelah dan keluarlah seorang wanita cantik yang diberi nama Lumimuut, yang artinya tercipta dari batu karang.

Setelah melalui suatu upacara, dimana Lumimuut berdiri menghadap arah barat yang sedang berhembus angin kencang, tiba-tiba dia hamil lalu melahirkan seorang anak laki-laki yang diberi nama Toar. Akhirnya Toar mengawini ibunya Lumimuut dan keturunan mereka hidup sepanjang masa.

Tempat-Tempat Wisata Bersejarah Di Manado Nah, itulah beberapa Tempat-Tempat Wisata Bersejarah Di Manado. Gimana kalian tertarik untuk datang berwisata ke Manado ? Jika kalian ingin datang untuk liburan ke Manado, kami memiliki rekomendasi paket wisata ke Manado, klik disini untuk informasi tentang paket wisata. 

Disini menyediakan berbagai macam paket wisata, mulai dari paket wisata 1 hari sampai paket wisata 5 hari 4 malam.  Paket Wisata Manado paling TERPERCAYA dan TERBAIK, dijamin kalian akan puas dengan pelayanan yang di sediakan, harga sesuai dengan fasilitas dan kualitasnya.

Semoga semua  informasi di atas bisa bermanfaat ya. Terima Kasih




by: lify rotty 11 upw/SMKN 3 MDO

TAGS
BLANTERLANDINGv101
Silahkan memberikan komentar

HUBUNGI KAMI VIA CHAT×
Tim CS Cakraloka Tour biasanya membalas pesan whatsapp dalam beberapa menit, mohon bisa mengisi data dulu :)
Data Lainnya
Chatting Sekarang