MatbNqx9NqtcNGxbNWx9Mqt7LDcsynIkynwbzD1c

HEBOH! Himbauan Masjid Warga Makan Telur Agar Terhindar Korona

Sejumlah oknum pengurus masjid di wilayah Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sul…

BLANTERLANDINGv101
7822742811720746869

HEBOH! Himbauan Masjid Warga Makan Telur Agar Terhindar Korona

26 Mar 2020
BOLMUT, cakraloka.co.id - Entah apa yang merasuki sejumlah oknum pengurus masjid di wilayah Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sulawesi Utara, hingga mendadak mengumumkan telur bisa mencegah warga terjangkit virus corona.


Ilustrasi
Seperti dilansir dari media online satubmr.com, Masjid Alfalah di Desa Iyok, Kecamatan Bolang Itang Barat misalnya, oknum pengurus masjid santer mengumumkan kabar seorang bayi lahir dan meminta warga agar mengonsumsi telur sebagai obat korona sebelum jam 12 malam, Rabu (24/3/20).

"Ini baru saja pengumuman di Masjid," kata Basir, reporter satubmr.com saat melaporkan kejadian tersebut.

Lanjut dia, hal yang sama juga terjadi di Masjid Desa Tanjung Buaya, Bolang Itang Barat, oknum pihak masjid juga turut menyeru warga makan telur guna menghindari bahaya Covid-19.

Usai pengumuman, beberapa warung lansung diserbu warga mengantri membeli telur. Mereka spontan percaya, terutama lantaran beredar postingan viral bayi lahir bicara khasiat telur melawan corona di media sosial.

"Karena ada pengumuman di masjid, kami lansung beli telur dan direbus untuk dimakan," ujar Rini, warga Tanjung Buaya.

Asal-muasal cerita dalam postingan tersebut, ditenggarai bermulai dari postingan video berdurasi 3 menit, tentang bayi yang seolah bicara tips terhindar dari virus corona dengan memasak dan memakan sebutir telur sebelum pukul 00.00 Wita.

Bayi ini diklaim berasal dari berbagai daerah, mulai dari Singkawang, Ambon, Sulawesi Selatan, bahkan ada yang mengaku asal bayi mungil ini dari Desa Pantuge, Kecamatan Kabaruan, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara.


Hoaks postingan bayi bicara telur cegah corona. (foto screenshot : istimewa)
Melansir dari tribunmanado.co.id, pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Kabaruan mengonfirmasi kabar yang viral merupakan hoaks.

"Tidak benar, 100 persen itu hoaks, di Desa Pantuge tak ada kejadian yang seperti dirumor tersebut," tukas AKP Ferry Padama, Kapolsek Kabaruan, Kepulauan Talaud.

Ferry mengimbau warga tak mudah termakan berita-berita hoaks. "Jangan mudah percaya dengan isu tidak jelas. Bijaklah bermedsos. Gunakan iman, hikmat dan akal sehat," imbaunya. (rad)
BLANTERLANDINGv101
CHAT VIA WHATSAPP×
Tim CS biasanya membalas pesan whatsapp dalam beberapa menit, isi data dulu
Data Lainnya
Chatting Sekarang